Langit Tjerah menerima donasi buku bekas, buku baru, maupun alat pendidikan yang lainnya untuk kami salurkan kepada Komunitas Pendidikan maupun Taman Baca yang membutuhkan, silahkan hubungi contact person. Terima Kasih.

Friday, October 13, 2017

Dokumentasi Pengadaan TBM Garuda 72 - Tahap Persiapan Administrasi Hingga Pembangungan

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan "Persiapan Untuk Pengadaan Taman Baca Masyarakat Bersama Pemuda Garuda 72" yang saya tulis pada 23 Agustus 2017 lalu. Pada postingan tersebut membahas tentang persiapan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan pengadaann TBM tersebut. Contohnya seperti Surat Permohonan Izin, Proposal, Permohonan Dana, dan lainnya. Postingan ini lebih menceritakan kegiatan pengadaan TBM Garuda 72, sehingga berbentuk narasi, mohon maaf jika dalam tulisan ini ditemukan bahasa yang santai dan tidak baku, atau mungkin jauh dari bahasa ilmiah.

===============================================================

Sebuah perjuangan bidang literasi untuk kemajuan generasi...

Awal September saya mulai mengerjakan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan administrasi untuk Taman Baca Masyarakat yang akan dibangun di wilayah Gondang Ngisor, RT.07, RW.02, Kelurahan Manggong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sebelumnya, ide mengenai Taman Baca ini muncul secara spontan ketika saya dan beberapa pemuda Garuda 72 diskusi ringan. Dari diskusi itu mucul ide untuk membuat TBM yang nantinya bisa jadi media yang menunjang kemajuan wilayah tersebut. TBM tersebut akan menjadi media berkumpul, membaca, kegiatan belajar-mengajar, kegiatan kreatif, atau hanya sekedar ngopi bareng dan berdiskusi. Dikarenakan kendala jarak antara saya (Langit Tjerah) dan Pemuda Garuda 72, maka koordinasi hanya berlangsung via Whatsapp maupun Facebook dengan seorang wakil Pemuda Garuda 72, Cak Hari (Sdr. Hariyanto) dia adalah Ketua Pemuda Garuda 72.

Untuk persiapan perihal administrasi, saya mengerjakan Surat Permohonan Ijin beserta Proposalnya, Surat Permohonan Dana, merinci kebutuhan sarana dan prasarana, hingga konsep TBM yang akan diadakan. Maklum, bahwa saya (Langit Tjerah) berdomisili di Bekasi, sedangkan Cak Hari (Garuda 72) berada di Temanggung sehingga koordinasi hanya melalui dunia maya. Namun, itu tidak menjadi halangan terbukti bahwa sampai sekarang proses pengadaan TBM masih berjalan lancar dan baik-baik saja.

Mengenai kebutuhan administrasi tersebut, Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan dalam waktu tidak sampai satu bulan. Tepatnya pada tanggal 24 September 2017 semua kebutuhan administrasi yang harus disiapkan tersebut terselesaikan sudah. Tanggal 26 September 2017 saya berangkat ke Temanggung, sampai di tempat tujuan pada hari Rabu, 27 September dini hari. Sorenya setelah saya istirahat sejenak, dilanjutkan dengan diskusi bersama beberapa Pemuda Garuda 72 bertempat di rumah Bu Robiyani untuk membahas segala hal yang berkaitan dengan pengadaan TBM ini. Sekaligus serah terima donasi buku yang saya bawa dari Bekasi, hasil mengumpulkan donasi buku dari teman-teman semua yang telah mempercayakan Langit Tjerah untuk menyalurkan donasi tersebut.
[1]. Serah Terima dengan Pemuda Garuda 72
Malam harinya saya lanjutkan dengan editting proposal dan lainnya sekaligus cetak untuk digunakan sebagai permohonan izin ke Kelurahan Manggong.

[2]. Melanjutkan Proses Editting dan Printing

Kamis, 28 September 2017 saya lanjutkan untuk memenuhi kebutuhan tanda tangan sebagai perijinan mulai dari Ketua RT, Ketua RW, hingga Kepala Kelurahan. Saya bersama Cak Hari mulai dari pagi sudah mulai meminta perijinan tersebut, hingga pada hari tersebut juga semua pihak sudah mengijinkan dan memberikan tanda tangan sebagai buktinya. Sehingga kami sudah bisa memulai pembangunan TBM tersebut, dengan cara gotong royong bersama Pemuda Garuda 72.

[3]. Persetujuan Dalam Proposal


Pada hari Jumat, 29 September 2017 kami sudah mulai melakukan kerja bakti untuk pembangunan TBM tersebut, walau sebenarnya secara resminya (yang tertera dalam Berita Acara Pembentukan)  kerja bakti pembangunan TBM dimulai pada Minggu, 1 Oktober 2017. Pada hari Jumat tersebut kami mulai melakukan pembersihan dan pembongkaran teras dan bangunan rumah milik Cak Hari.

Sebetulnya saya merencanakan anggaran pembangunan untuk diajukan ke Kelurahan, tetapi dikarenakan beberapa kendala anggaran tersebut belum bisa turun seketika, artinya harus menunggu waktu beberapa bulan sehingga anggaran tersebut bisa dicairkan. Oleh karena itu pembangunan TBM tersebut menggunakan anggaran kas Pemuda Garuda 72 sejumlah Rp. 1.000.000, jumlah yang sangat minim untuk pembangunan sebuah TBM. Namun, berkat pergerakan Pemuda Garuda 72 yang sangat baik dan supel, akhirnya memperoleh bantuan dari donatur baik berupa uang tunai maupun bahan bangunan. Sampai hari ini terkumpul donasi sejumlah Rp. 2.500.000 dan bahan bangunan berupa atap Asbes. Donasi berupa uang dan barang tersebut selalu diUpdate untuk dicantukan dalam Laporan Pengadaan Taman Baca Masyarakat, yang nantinya akan saya publikasikan sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi dalam program ini.

[4]. Proses Bongkar Teras dan Bangunan Rumah Cak Hari
 

[5]. Proses Bongkar Teras dan Bangunan Rumah Cak Hari













[6]. Proses Bongkar Teras dan Bangunan Rumah Cak Hari
Proses bongkar tersebut dapat diselesaikan pada hari Minggu, 1 Oktober 2017. Selanjutnya kami mulai melakukan pemilihan dan pengumpulan bahan-bahan untuk kebutuhan prasarana. Kami memilih bambu sebagai bahan utama dalam pembangunan, sebagai tiang, pasak, kerangka atap dan pagar. Mengapa kami memilih bambu sebagai bahan utamanya? mengapa bukan jati ataupun cor?. Jelas jawabnya adalah karena keterbatasan dana, itu pertama. Kedua, bambu adalah bahan yang tahan lama dan kokoh sebagai penyangga selama tidak cacat baik pada ruasnya maupun batangnya. Ketiga, bambu adalah tanaman yang mampu beregenerasi dengan cepat dibandingkan dengan tanaman yang lain yang fungsinya sebagai bahan bangunan juga. Dari awal juga konsep TBM ini selain kreatif, aktif, dan inovatif, juga memiliki konsep peduli lingkungan hidup.

[7]. Proses Pemilihan Bambu

[8]. Proses Pemilihan Bambu

[9]. Proses Pengangkutan Bambu
Setelah bahan bangunan (bambu) sudah terkumpul, maka dilanjutkan proses pemotongan dan pemasangan sebagai tiang dan pasak.

[10]. Pemotongan Bambu

[11]. Proses Pemasangan Bambu
Untuk proses pembngunan ini dilakukan oleh Pemuda Garuda 72, dinahkodai oleh Cak Wari (Sdr. Wariyanto dan Mas Yudi (Sdr. Yudhi Alfa). Saya sendiri tidak bisa berkontribusi dalam kegiatan pembangunan dikarenakan saya harus kembali ke Bekasi, tuntutan ekonomi hehehe :)

Setelah proses pemasangan tiang, pasak hingga kerangka bangunan, maka dilanjutkan dengan pemasangan atap Asbes.


[12]. Atap Asbes sudah terpasang

Dalam prosesnya, berikut foto-foto keceriaan Pemuda Garuda 72 dalam melaksanakan pembangunan TBM tersebut. Membuktikan bahwa tidak ada pamrih maupun paksaan dalam melaksanakan project tersebut.


[13]. Sesi Istirahat, 1 Oktober 2017
[14]. Sesi Istirahat, 1 Oktober 2017

[15]. "Commandante" Pembangunan (Cak Wari & Mas Yudhi)


[16]. Sesi Istirahat, 11 Oktober 2017


[17]. Sesi Istrahat, 11 Oktober 2017

Hingga saat ini, progress pembangunan Taman Baca Masyarakat Garuda 72 tersebut sampai tahap pembuatan tembok dan pagar.


[18]. Pembuatan Pagar dan Tembok
Setelah pembuatan pagar dan tembok, akan dilanjutkan tahap finishing berupa pembersihan dan dekorasi TBM supaya menarik dan siap digunakan untuk memulai kegiatannya. Dalam hal ini, kami masih membutuhkan beberapa hal yang dibutuhkan untuk kesiapan TBM Garuda 72 ini berupa sarana. Berikut rinciannya,

[19].  Kebutuhan TBM Garuda 72
Untuk itu, bagi yang berminat untuk berkontribusi dalam hal donasi baik uang tunai, barang, buku, maupun barang-barang lain yang berkaitan dengan Taman Baca, bisa hubungi Contact person kami di,

0857-1005-6745 - Andy
0856-4020-3682 - Arun
0857-1120-4725 - Vrandes
0813-2800-6 101 - Cak Hari
 
Donasi anda akan sangat bermanfaat bagi kemajuan Literasi.

Untuk postingan ini cukup membahas progress pembangunan TBM, postingan selanjutnya mengenai TBM Garuda 72 akan menjadi penutup project pengadaan Taman Baca Masyarakat Garuda 72. Sehingga akan membahas tentang hasil akhir pembangunan, sisa donasi dan kebutuhan yang belum tercukupi. Mengenai laporan dan rincian perolehan donasi hingga pemakaiannya akan dipublikasikan secara terpisah dalam format laporan formal.

Be human for humanity.
For peace, love and humanity, Come joun us!




Ditulis oleh : Vrandes Setiawan Cantona
Big Thanks to Readers!


1 comment:

  1. Maaf... Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui pemasangan nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Biarlah Orang pada ngomong itu musrik hanya tuhan yg tau. mungkin ini salah satu jalan rejeki sy. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin

    ReplyDelete

Designed By Langit Tjerah