Langit Tjerah menerima donasi buku bekas, buku baru, maupun alat pendidikan yang lainnya untuk kami salurkan kepada Komunitas Pendidikan maupun Taman Baca yang membutuhkan, silahkan hubungi contact person. Terima Kasih.
Showing posts with label Dokumentasi Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Dokumentasi Kegiatan. Show all posts

Saturday, March 3, 2018

Grebeg K3, Aksi Nyata Untuk Lingkungan


Peran kita bersama untuk kelestarian lingkungan

Sabtu, 3 Maret 2018 sebuah acara tentang kepedulian terhadap lingkungan dilaksanakan disekitar Alun-alun Bekasi. Acara tersebut bernama Grebeg K3, atau lebih lengkapnya Grebeg Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan Lingkungan. Seperti pada umumnya Grebeg adalah upaca berkala yang diperingati oleh beberapa masyarakat bertepatan dengan peringatan hari-hari tertentu. Biasanya Grebeg dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi, menyambut Ramadhan, memperingati hari kemerdekaan, dan lainnya. Namun pada Grebeg kali ini, sedikit berbeda dengan grebeg-grebeg pada umumnya yang identik dengan hari-hari keagamaan dan terkesan seremonial. Grebeg K3 adalah Grebeg yang dilaksanakan untuk mewujudkan Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan Lingkungan, sejumlah masyarakat bersama-sama membersihkan lingkungan hidupnya. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Sampah Nasional yang jatuh pada hari Rabu, 21 Februari 2018 dan juga bertepatan dengan Penilaian dan Pemantauan Adipura Kota Bekasi. Walaupun acara ini dilakukan setelahnya, namun tidak mengurangi esensi dan tetap memberikan manfaat yang luar biasa pada lingkungan.

21 Februari ditetapkan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional bukan tidak memiliki arti, sebab penetapan tanggal tersebut memiliki sejarah yang tidak dapat kita lupakan begitu saja. Peristiwa kelam yang terjadi pada 21 Februari 2005 di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa menjadi raport merah bagi kita. Kejadian itu dikarenakan tumpukan sampah yang terkena curah hujan yang tinggi meledak dan longsorannya menimbun setidaknya 2 desa. Hal inilah yang menjadi dasar ditetapkannya Hari Sampah Nasional setiap 21 Februari.

[1]. Peristiwa Longsor Sampah Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat 21 Februari 2018
Dalam Grebeg K3 Memperingati Hari Sampah Nasional dan Penilaian Adipura ini, Dinas Lingkungan Hidup UPTD Taman Hutan Kota Bekasi mengadakan kegiatan bersih Taman dan Lingkungan sekitarnya dengan melibatkan Karang Taruna, PKL, Pengelola Parkir, dan beberapa Komunitas Sosial. Acara tersebut berupa pemungutan sampah, pembersihan area umum, penataan fasilitas umum, dan revitalisasi sarana kebersihan seperti tong sampah dan perangkat lainnya. Komunitas Sosial yang ikut berkontribusi dalam acara tersebut seperti Komunitas ARC (Anak Rantau Cilacap), Komunitas Langit Tjerah, Karang Taruna Margajaya, dan lain-lain.

Sebelum hari pelaksanaan, Surat Pemberitahuan diedarkan pada 27 Februari 2018. Surat tersebut sampai kepada Langit Tjerah, mengajak untuk ikut berkontribusi terhadap kegiatan tersebut. Tanpa penjelasan yang panjang lebar, kami langsung menanggapi pemberitahuan tersebut dan memberikan jawaban bahwa Langit Tjerah siap berpartisipasi, sebelumnya memang Langit Tjerah mempunyai rencana yang hampir sama untuk memperingati Hari Sampah Nasional tersebut.

[2]. Surat Pemberitahuan Grebeg K3
Kegiatan Grebeg K3 dimulai pada pukul 07.00 WIB, diawali dengan briefing dan doa bersama untuk kelancaran kegiatan. Dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat-alat kebersihan, peserta melakukan bakti lingkungan seperti memungut sampah, pembersihan area dagang, merapikan sarana umum, dan lain-lain. Walaupun kegiatan tersebut cukup menguras tenaga terlebih cuaca yang panas oleh terik matahari tidak mengendorkan semangat para peserta untuk membersihkan lingkungan.

[3]. Briefing Aksi Lingkungan

[4]. Aksi Lingkungan 1

[5]. Aksi Lingkungan 2

[6]. Aksi Lingkungan 3

[7]. Aksi Lingkungan 4

[8]. Aksi Lingkungan 5
Kegiatan tersebut diakhiri pada pukul 12.00 WIB, peserta membubarkan diri dengan teratur. Setelah diadakan Grebeg K3 tersebut lingkungan Taman Alun-Alun Bekasi menjadi bersih, rapi, dan indah, tentunya kegiatan ini memberikan dampak yang sangat baik bagi lingkungan sekitar.

Disamping kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Hari Sampah Nasional dan Penilaian Adipura, yang tidak kalah pentingnya adalah tujuan untuk menumbuhkan kesadaran sesama mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup. Hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwa sekarang ini sangat minim kepedulian masyarakat tentang lingkungan hidup, terkesan bahwa manusia hanya "sekedar numpang hidup" di planet bumi ini sehingga seenaknya membuat kerusakan dan berikap apatis terhadap keselamatan lingkungan.

Dalam hal ini, sampah yang menjadi perhatian utama. Menurut Riset Greeneration, organisasi nonpemerintah yang telah 10 tahun mengikuti isu sampah, satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahun [1]. Inilah yang menjadi keprihatinan bersama, satu manusia di Indonesia memproduksi 700 sampah plastik belum lagi yang dibuang secara sembarangan. Sampah yang berserakan dan tidak dikelola dengan baik akan menimbukan kerugian yang luar biasa. Malapetaka di Leuwigajah adalah contoh nyata dari akibat meningkatnya sampah dan pengelolaan sampah yang tidak baik. Dari pihak masyarakat, kurangnya kesadaran akan sampah menjadi akar masalah tentang persoalan sampah ini. Masyarakat kita kebanyakan menganggap pengelolaan sampah cukup dengan menjauhkan sampah itu dari dirinya, alhasil dibuang sembarangan tanpa pengelolaan yang baik. Dari pihak pemerintah, perlu adanya perbaikan prosedur tentang TPS dan TPA mengingat semakin hari sampah semakin menumpuk dan belum teratasi dengan maksimal. Juga konsistensi mengenai regulasi pengelolaan sampah dalam UU no. 18 Tahun 2008 pasal 11 ayat (1) huruf a yang menjelaskan bahwa, "Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan dalam pengelolaan sampah secara baik dan berwawasan lingkungan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau pihak lain yang diberi tanggung jawab untuk itu." [2]. Dengan kesadaran dan peran semua pihak, diharapkan sampah dapat diatasi dengan baik dan tidak menimbulkan bahaya bagi kehidupan.

[9]. Sampah Tidak Dikelola dengan Baik
Sudah sepantasnya manusia hidup di muka bumi untuk menjadi manfaat bagi kehidupan, bukan menjadi sumber malapetaka untuk segala macam jenis kehidupan. Manusia sebaiknya memiliki kesadaran untuk tidak selalu berstandar pragmatis terhadap lingkungan dan kehidupannya. Yang jelas alam akan memberikan akibat dari segala sesuatu yang kita lakukan, hal ini mutlak adanya. kita membuang sampah di sungai sembarangan, alam memberikan balasannya dengan banjir, begitu pula dengan peristiwa sebab-akibat lainnya. Untuk itu diperlukan kesadaran penuh sehingga kita menjadi manusia seutuhnya yang menghormati daulat hukum alam.



Sumber tulisan :
[1]. Blog Sejarah Dunia,"Sejarah Hari Peduli Sampah", https://blog-sejarah-dunia.blogspot.co.id/2016/02/sejarah-hari-peduli-sampah-nasional.html

[2]. UU No. 18 Tahun 2003 Tentang Pengelolaan Sampah, Bab II, Pasal 11 ayat (1).

Sumber gambar :
[1]. https://akarpohonmks.files.wordpress.com/2016/02/1-11.jpg?w=1000

[2] - [8]. Dokumentasi Kegiatan Grebeg K3, 3 Maret 2018

[9]. http://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/930x680-2/1505281166.jpg



Big Thanks To Readers!
Vrandes S. C - Langit Tjerah
Read more ...

Friday, November 17, 2017

Penyaluran Donasi Ke Yayasan As-Shofiani Ahmadi

Pada hari Sabtu, 11 November 2017 Langit Tjerah menyalurkan donasi untuk Yayasan As-Shofiani Ahmadi yang berlokasi di Kp. Kedungringin Rt.03 Rw.02, Desa Sukaringin, Kec. Sukawangi, Kab. Bekasi, Prov. Jawa Barat.  Donasi tersebut kami kumpulkan terhitung dari Minggu, 29 Oktober 2017 hingga Jumat, 10 November 2017. Donasi yang terkumpul berupa uang tunai, buku bacaan, dan pakaian.

Yayasan As-Shofiani Ahmadi adalah sebuah panti sosial yatim piatu dan dhuafa yang menyelenggarakan pendidikan pondok pesantren.

Yayasan As-Shofiani Ahmadi
Mushala Yayasan
Dalam hal ini Langit Tjerah membantu mencari dan mengumpulkan donasi. Untuk pendistribusian, kami terhubung dengan salah satu aktivis kemanusiaan, Bang Choky. Pada malam sebelum penyaluran donasi ke tempat yang ditujukan, dilakukan proses serah terima yang diwakilkan oleh Sdr. Daniel (dari Langit Tjerah) dan Sdr. Choky yang bertugas menyalurkan.

Berikut dokumentasinya,

[1]. Serah terima donasi (Kiri Daniel, kanan Bang Choky)


[2]. Kegiatan Penyaluran Donasi


[3]. Penyerahan Donasi Uang Tunai

[4]. Anak-anak di Yayasan

Pada kesempatan ini, Langit Tjerah melakukan inisiasi berupa pembuatan kaos yang mana kita jual secara lingkup kecil dan keuntungan dari penjualan kaos ini disalurkan ke yayasan yang bersangkutan. Kami tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari penjualan kaos. Dalam prosesnya, kami bekerja sama dengan @bikinkaosbogor untuk memproduksi kaos sablon. Keuntungan penjualan kaos terkumpul Rp. 175.000 dari total penjualan 33 pcs, dan kami salurkan tanpa mengambil keuntungan untuk pribadi maupun kolektif.


[5]. Kaos Langit Tjerah
Harapannya akan diproduksi kaos secara massal dan keuntungan dari penjualan kaos tersebut 100% akan disalurkan ke pihak-pihak yang membutuhkan, tentunya dengan pelaporan dan perincian yang jelas.
Mengenai laporan kegiatan ini, disusun dalam bentuk Surat Keterangan Rincian Donatur, dan untuk pembuktian pelaporan acara terjelaskan dalam bentuk foto kegiatan.

Berikut Surat Keterangan Rincian Donatur

[6]. Surat Keterangan Rincian Donatur


Terima kasih atas partisipasinya dalam kesempatan ini, kedepan Langit Tjerah akan tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Mengenai penjelasan lebih lanjut, silahkan dapat menghubungi Contact Person kami.

Be human for humanity!
For peace, love, and humanity. Come join us!




Big Thanks To Readers!
Vrandes Setiawan Cantona - Langit Tjerah

Read more ...

Friday, October 13, 2017

Dokumentasi Pengadaan TBM Garuda 72 - Tahap Persiapan Administrasi Hingga Pembangungan

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan "Persiapan Untuk Pengadaan Taman Baca Masyarakat Bersama Pemuda Garuda 72" yang saya tulis pada 23 Agustus 2017 lalu. Pada postingan tersebut membahas tentang persiapan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan pengadaann TBM tersebut. Contohnya seperti Surat Permohonan Izin, Proposal, Permohonan Dana, dan lainnya. Postingan ini lebih menceritakan kegiatan pengadaan TBM Garuda 72, sehingga berbentuk narasi, mohon maaf jika dalam tulisan ini ditemukan bahasa yang santai dan tidak baku, atau mungkin jauh dari bahasa ilmiah.

===============================================================

Sebuah perjuangan bidang literasi untuk kemajuan generasi...

Awal September saya mulai mengerjakan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan administrasi untuk Taman Baca Masyarakat yang akan dibangun di wilayah Gondang Ngisor, RT.07, RW.02, Kelurahan Manggong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sebelumnya, ide mengenai Taman Baca ini muncul secara spontan ketika saya dan beberapa pemuda Garuda 72 diskusi ringan. Dari diskusi itu mucul ide untuk membuat TBM yang nantinya bisa jadi media yang menunjang kemajuan wilayah tersebut. TBM tersebut akan menjadi media berkumpul, membaca, kegiatan belajar-mengajar, kegiatan kreatif, atau hanya sekedar ngopi bareng dan berdiskusi. Dikarenakan kendala jarak antara saya (Langit Tjerah) dan Pemuda Garuda 72, maka koordinasi hanya berlangsung via Whatsapp maupun Facebook dengan seorang wakil Pemuda Garuda 72, Cak Hari (Sdr. Hariyanto) dia adalah Ketua Pemuda Garuda 72.

Untuk persiapan perihal administrasi, saya mengerjakan Surat Permohonan Ijin beserta Proposalnya, Surat Permohonan Dana, merinci kebutuhan sarana dan prasarana, hingga konsep TBM yang akan diadakan. Maklum, bahwa saya (Langit Tjerah) berdomisili di Bekasi, sedangkan Cak Hari (Garuda 72) berada di Temanggung sehingga koordinasi hanya melalui dunia maya. Namun, itu tidak menjadi halangan terbukti bahwa sampai sekarang proses pengadaan TBM masih berjalan lancar dan baik-baik saja.

Mengenai kebutuhan administrasi tersebut, Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan dalam waktu tidak sampai satu bulan. Tepatnya pada tanggal 24 September 2017 semua kebutuhan administrasi yang harus disiapkan tersebut terselesaikan sudah. Tanggal 26 September 2017 saya berangkat ke Temanggung, sampai di tempat tujuan pada hari Rabu, 27 September dini hari. Sorenya setelah saya istirahat sejenak, dilanjutkan dengan diskusi bersama beberapa Pemuda Garuda 72 bertempat di rumah Bu Robiyani untuk membahas segala hal yang berkaitan dengan pengadaan TBM ini. Sekaligus serah terima donasi buku yang saya bawa dari Bekasi, hasil mengumpulkan donasi buku dari teman-teman semua yang telah mempercayakan Langit Tjerah untuk menyalurkan donasi tersebut.
[1]. Serah Terima dengan Pemuda Garuda 72
Malam harinya saya lanjutkan dengan editting proposal dan lainnya sekaligus cetak untuk digunakan sebagai permohonan izin ke Kelurahan Manggong.

[2]. Melanjutkan Proses Editting dan Printing

Kamis, 28 September 2017 saya lanjutkan untuk memenuhi kebutuhan tanda tangan sebagai perijinan mulai dari Ketua RT, Ketua RW, hingga Kepala Kelurahan. Saya bersama Cak Hari mulai dari pagi sudah mulai meminta perijinan tersebut, hingga pada hari tersebut juga semua pihak sudah mengijinkan dan memberikan tanda tangan sebagai buktinya. Sehingga kami sudah bisa memulai pembangunan TBM tersebut, dengan cara gotong royong bersama Pemuda Garuda 72.

[3]. Persetujuan Dalam Proposal


Pada hari Jumat, 29 September 2017 kami sudah mulai melakukan kerja bakti untuk pembangunan TBM tersebut, walau sebenarnya secara resminya (yang tertera dalam Berita Acara Pembentukan)  kerja bakti pembangunan TBM dimulai pada Minggu, 1 Oktober 2017. Pada hari Jumat tersebut kami mulai melakukan pembersihan dan pembongkaran teras dan bangunan rumah milik Cak Hari.

Sebetulnya saya merencanakan anggaran pembangunan untuk diajukan ke Kelurahan, tetapi dikarenakan beberapa kendala anggaran tersebut belum bisa turun seketika, artinya harus menunggu waktu beberapa bulan sehingga anggaran tersebut bisa dicairkan. Oleh karena itu pembangunan TBM tersebut menggunakan anggaran kas Pemuda Garuda 72 sejumlah Rp. 1.000.000, jumlah yang sangat minim untuk pembangunan sebuah TBM. Namun, berkat pergerakan Pemuda Garuda 72 yang sangat baik dan supel, akhirnya memperoleh bantuan dari donatur baik berupa uang tunai maupun bahan bangunan. Sampai hari ini terkumpul donasi sejumlah Rp. 2.500.000 dan bahan bangunan berupa atap Asbes. Donasi berupa uang dan barang tersebut selalu diUpdate untuk dicantukan dalam Laporan Pengadaan Taman Baca Masyarakat, yang nantinya akan saya publikasikan sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi dalam program ini.

[4]. Proses Bongkar Teras dan Bangunan Rumah Cak Hari
 

[5]. Proses Bongkar Teras dan Bangunan Rumah Cak Hari













[6]. Proses Bongkar Teras dan Bangunan Rumah Cak Hari
Proses bongkar tersebut dapat diselesaikan pada hari Minggu, 1 Oktober 2017. Selanjutnya kami mulai melakukan pemilihan dan pengumpulan bahan-bahan untuk kebutuhan prasarana. Kami memilih bambu sebagai bahan utama dalam pembangunan, sebagai tiang, pasak, kerangka atap dan pagar. Mengapa kami memilih bambu sebagai bahan utamanya? mengapa bukan jati ataupun cor?. Jelas jawabnya adalah karena keterbatasan dana, itu pertama. Kedua, bambu adalah bahan yang tahan lama dan kokoh sebagai penyangga selama tidak cacat baik pada ruasnya maupun batangnya. Ketiga, bambu adalah tanaman yang mampu beregenerasi dengan cepat dibandingkan dengan tanaman yang lain yang fungsinya sebagai bahan bangunan juga. Dari awal juga konsep TBM ini selain kreatif, aktif, dan inovatif, juga memiliki konsep peduli lingkungan hidup.

[7]. Proses Pemilihan Bambu

[8]. Proses Pemilihan Bambu

[9]. Proses Pengangkutan Bambu
Setelah bahan bangunan (bambu) sudah terkumpul, maka dilanjutkan proses pemotongan dan pemasangan sebagai tiang dan pasak.

[10]. Pemotongan Bambu

[11]. Proses Pemasangan Bambu
Untuk proses pembngunan ini dilakukan oleh Pemuda Garuda 72, dinahkodai oleh Cak Wari (Sdr. Wariyanto dan Mas Yudi (Sdr. Yudhi Alfa). Saya sendiri tidak bisa berkontribusi dalam kegiatan pembangunan dikarenakan saya harus kembali ke Bekasi, tuntutan ekonomi hehehe :)

Setelah proses pemasangan tiang, pasak hingga kerangka bangunan, maka dilanjutkan dengan pemasangan atap Asbes.


[12]. Atap Asbes sudah terpasang

Dalam prosesnya, berikut foto-foto keceriaan Pemuda Garuda 72 dalam melaksanakan pembangunan TBM tersebut. Membuktikan bahwa tidak ada pamrih maupun paksaan dalam melaksanakan project tersebut.


[13]. Sesi Istirahat, 1 Oktober 2017
[14]. Sesi Istirahat, 1 Oktober 2017

[15]. "Commandante" Pembangunan (Cak Wari & Mas Yudhi)


[16]. Sesi Istirahat, 11 Oktober 2017


[17]. Sesi Istrahat, 11 Oktober 2017

Hingga saat ini, progress pembangunan Taman Baca Masyarakat Garuda 72 tersebut sampai tahap pembuatan tembok dan pagar.


[18]. Pembuatan Pagar dan Tembok
Setelah pembuatan pagar dan tembok, akan dilanjutkan tahap finishing berupa pembersihan dan dekorasi TBM supaya menarik dan siap digunakan untuk memulai kegiatannya. Dalam hal ini, kami masih membutuhkan beberapa hal yang dibutuhkan untuk kesiapan TBM Garuda 72 ini berupa sarana. Berikut rinciannya,

[19].  Kebutuhan TBM Garuda 72
Untuk itu, bagi yang berminat untuk berkontribusi dalam hal donasi baik uang tunai, barang, buku, maupun barang-barang lain yang berkaitan dengan Taman Baca, bisa hubungi Contact person kami di,

0857-1005-6745 - Andy
0856-4020-3682 - Arun
0857-1120-4725 - Vrandes
0813-2800-6 101 - Cak Hari
 
Donasi anda akan sangat bermanfaat bagi kemajuan Literasi.

Untuk postingan ini cukup membahas progress pembangunan TBM, postingan selanjutnya mengenai TBM Garuda 72 akan menjadi penutup project pengadaan Taman Baca Masyarakat Garuda 72. Sehingga akan membahas tentang hasil akhir pembangunan, sisa donasi dan kebutuhan yang belum tercukupi. Mengenai laporan dan rincian perolehan donasi hingga pemakaiannya akan dipublikasikan secara terpisah dalam format laporan formal.

Be human for humanity.
For peace, love and humanity, Come joun us!




Ditulis oleh : Vrandes Setiawan Cantona
Big Thanks to Readers!


Read more ...

Tuesday, October 10, 2017

Laporan Kegiatan Bakti Sosial | 24 September 2017

Panti Asuhan Rumah Harapan

Pelaksanaan : Minggu 24 September 2017

Berikut laporan mengenai kegiatan Bakti sosial ke Panti asuhan Rumah Harapan edisi ke dua. Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi kegiatan yang telah kami laksanakan, sekaligus sebagai pertanggungjawaban kepada masyarakat yang telah berpartisipasi.

Cover

Kata Pengantar

Lembar Pengesahan

Lembar Hasil Kegiatan

Lembar Rincian dan Realisasi Donasi

Penutup
Demikian laporan kegiatan Bakti Sosial Panti Asuhan Rumah Harapan yang dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal 24 September 2017.
Untuk penjelasan mengenai laporan tersebut bisa hubungi Contact Person kami di,

085711204725 (Vrandes)
085710056745 (Andy)
085640203682 (Arun)

Terima kasih.

Langit Tjerah
Read more ...

Dokumentasi Kegiatan Bakti Sosial

Panti Asuhan Rumah Harapan

Mohon maaf  sebelumnya pelaporan kegiatan baru bisa diupload dikarenakan terkendala kesibukan dari penylenggara, langsung saja berikut laporan kegiatan bakti sosoial Panti Asuhan Rumah Harapan.

Pada hari Minggu, tanggal 24 September 2017 Komunitas Langit Tjerah melakukan kegiatan kemanusiaan berupa Bakti Sosial di Panti Asuhan Rumah Harapan yang beralamatkan di Jl. Raya Suprapto No. 28 Setu, Bekasi. Kegiatan tersebut berupa silaturahmi antara komunitas Langit Tjerah dan Anak Yatim Piatu Rumah Harapan sekaligus penyaluran donasi santunan untuk anak yatim piatu. Acara tersebut diselenggarakan oleh sejumlah pengurus dari Langit Tjerah, yang semuanya memiliki andil dalam kesuksesan acara kemanusiaan tersebut. Mulai dari perencanaan kegiatan, penggalangan donasi, persiapan kegiatan, hingga pelaksanaan kegiatan. Acara tersebut adalah aksi nyata dari Langit Tjerah untuk memperjuangkan sisi kemanusiaan, merangkul orang lain yang sedang membutuhkan sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan lewat penyerahan bibit tanaman yang diperuntukkan untuk ditanam di sekitar area Panti Asuhan. Pihak panitia menerapkan prinsip kegiatan Non-Profit dengan tidak menggambil keuntungan sekecil apapun dari uang donasi, untuk keperluan acara panitia mengumpulkan iuran tiap anggota untuk kebutuhan biaya acara. Kegiatan tersebut direncanakan dengan menerapkan prinsip keterbukaan sehingga keteraturan dan kerapiannya terjaga.

Donasi yang terkumpul dari penggalangan dana adalah sebagai berikut,

1.    Donasi dalam bentuk uang

Jumlah Donatur              : 17 donatur dan 1 Forum Belajar
Jumlah Dana Donatur     : Rp. 4.269.000

Donasi yang diserahkan kepada pihak panti adalah sebanyak Rp. 4.269.000


2.    Donasi dalam bentuk makanan

Nama donatur :
a.       Donasi dari DWT (Dhamma Worker Team)
Donasi dari DWT berupa susu dan roti sejumlah 25 pcs.
b.      Donasi dari Sdri. Rochning Mulat
Donasi berupa snack kue basah dan Risols sejumlah 30 pcs
c.       Donasi dari Sdr. Joko Setiawan
Donasi berupa susu Tetrapack dan Makanan Ringan sejumlah 10 pcs

Berikut hasil dokumentasi kegiatanya,



Nama saya Abdul, hobi saya membaca Al-Quran, cita-cita saya menjadi TNI Angkatan Udara :)
Semoga kelak masa depanmu berguna bagia agama bangsa dan negara ya, amiin...


Kreativitas adek-adek Rumah Harapan patut diacungi jempol


Demi mewujudkan cinta terhadap lingkungan Komunitas Langit Tjerah juga menitipkan bibit pohon Pucuk Merah yang akan ditanam di area panti asuhan, hal ini bertujuan untuk menanamkan sifat kepedulian terhadap lingkungan kepada adek-adek Panti Asuhan Rumah Harapan dan orang-orang disekitarnya.



 Diakhir pertemuan tak lupa berfoto ria bersama dengan adek-adek panti yang lucu-lucu sebelum berpisah


Penyerahan donasi dan kepengurusan administrasi kepada pihak panti, biar transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

untuk kedepannya tetap dijalin hubungan dan kerjasama dengan Panti Asuhan Rumah Harapan untuk saling berangkulan dalam kemanusiaan. Untuk pelaporannya, terpisah dengan dokumentasi ini. Terima kasih atas partisipasinya untuk acara kemanusiaan. Langit Tjerah akan terus berjuang menjadi bagian dari kemanusiaan.
Read more ...

Monday, August 7, 2017

Dokumentasi Perpustakaan Jalanan

Gerakan Literasi, secercah harapan untuk kemajuan...


Perubahan bukanlah sebuah tujuan atau bahkan angan-angan, perubahan adalah proses. Perubahan adalah jalan, bukan sebuah 'keniscayaan'. Kita menuntut perubahan dalam kehidupan, namun kita tak pernah berusaha apa-apa. Banyak kata-kata motivasi yang diobral hanya untuk sebuah perubahan. Kata-kata suci dijual untuk membawa perubahan. Tetapi realitanya tak juga menemukan sebuah perubahan, ya memang perubahan bukan sebuah tujuan. Sehingga orang takkan pernah menemukannya, melainkan menjalankannya. Aku sebut perubahan sebagai 'Revolusi'. Bukan supaya lebih kelihatan 'aktivis' maupun seorang 'pemberontak', melainkan makna Revolusi itu lebih dalem dan lebih ngena daripada perubahan itu sendiri. Revolusi bukan mengubah sebuah permukaan, namun hingga akar-akarnya. Mengenai revolusi sendiri, mari kita bicarakan revolusi dalam 'skala kecil'. Sebab, sebelum membawa revolusi yang besar, haruslah dimulai dari sesuatu yang kecil namun memberikan arti. Seperti penjelasan Jim Morrison bahwa "Tidak ada revolusi berskala besar sebelum munculnya revolusi personal di tingkat individual.". Hal inilah yang membuat Langit Tjerah merasa berhutang tanggung jawab jika tidak ikut dalam membawa revolusi. Salah satunya dalm project kali ini, dalam bidang Literasi. Sebelum jauh, kita bahas dulu apa itu Literasi. Literasi berasal dari bahasa Inggris, Literacy yang berarti keberaksaraan atau melek huruf. Atau secara sederhananya berarti kemampuan seseorang untuk membaca, menulis dan daya tangkapnya. Mengapa literasi berpengaruh terhadap perubahan?. Jelas sangat berpengaruh, sebab dalam perubahan skala individual, seorang manusia harus mampu membaca sesuatu diluar dirinya untuk pula membaca dirinya sendiri atau identitasnya. Identitas akan mempengaruhi subjektivitas, yang mana subjektivitas akan mempengaruhi pula terhadap proses perubahan. Kemampuan baca tulis akan mempengaruhi subjektivitas seorang individu dalam sebuah perubahan. Sehingga mungkin ditemukan statemen "Tak bisa membaca tulis berarti tidak ada kemajuan.". Hal itu bisa sedikit dibenarkan, tapi juga tidak bisa dianggap sebagai sebuah ketetapan.

Atas keterkaitan kemampuan baca tulis tersebut terhadap perubahan (baca : revolusi), Langit Tjerah melakukan pengamatan di lingkungan sosial. Bahwa pada kenyataanya lingkungan sosial kita masih sangat rendah dalam literasi. Oleh karena itu, sebuah kekhawatiran terjadi, "Bangsa ini tak akan bisa terbebas dari penindasan akal sehat, jika masih jauh dengan ilmu dan pengetahuan.". Atas realita itu, kami mengadakan social project berupa Perpustakaan Jalanan dan Donasi Buku (sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya). Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari minggu, mulai pagi hingga siang atau bahkan sampai sore. Karena kami juga memiliki kesibukan lain, ada yang kuliah, kerja, atau usaha. Maka kami menyempatkan waktu pada hari minggu untuk melaksanakan tanggung jawab sosial yang mana tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kami.

Berikut dokumentasi kegiatannya,

Lapak Buku
Baca buku gratis


Interaksi Dengan Pembaca
Selain itu, kami juga menyalurkan Donasi Buku yang telah kami kumpulkan dari sumbangan donatur sejumlah 25 buku kepada Perpustakaan Jalanan Bekasi yang dipelopori oleh mas Bayu, dan kegiatannya dilaksanakan setiap dua minggu sekali di taman-taman Bekasi dan sekitarnya. Kedepannya kami akan tetap menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Jalanan Bekasi.

Penyaluan Donasi Buku

Diskusi Dengan Pengurus Perpus Jalanan Bekasi
Perpus Jalanan Bekasi
Kegiatan ini akan dilaksanakan tiap minggu berupa lapak baca buku gratis dan menyalurkan donasi buku ke pihak yang berhak menerima.

Untuk kedepannya kami masih membuka kesempatan bagi siapa saja yang berkenan mendonasikan berupa buku, perlengkapan, maupun uang tunai untuk kami salurkan kepada pihak-pihak yang berhak menerima.
Bagi yang berminat mendonasikan bantuan terbaiknya, silahkan hubungi contact person kami di,

0857-1005-6745 - Andy
0856-4020-3682 - Arun
0857-1120-4725 - Vrandes

Untuk mendiskusikan mekanisme donasinya.

Mari ikut berpartisipasi dalam perjuangan literasi, jadilah bagian dari kemanusiaan!
Be human for Humanity!

"Satu ons aksi lebih berharga daripada satu ton teori."
-Friedrich Engels-




Big Thanks!
Read more ...
Designed By Langit Tjerah