Langit Tjerah menerima donasi buku bekas, buku baru, maupun alat pendidikan yang lainnya untuk kami salurkan kepada Komunitas Pendidikan maupun Taman Baca yang membutuhkan, silahkan hubungi contact person. Terima Kasih.
Showing posts with label Donasi. Show all posts
Showing posts with label Donasi. Show all posts

Friday, November 17, 2017

Penyaluran Donasi Ke Yayasan As-Shofiani Ahmadi

Pada hari Sabtu, 11 November 2017 Langit Tjerah menyalurkan donasi untuk Yayasan As-Shofiani Ahmadi yang berlokasi di Kp. Kedungringin Rt.03 Rw.02, Desa Sukaringin, Kec. Sukawangi, Kab. Bekasi, Prov. Jawa Barat.  Donasi tersebut kami kumpulkan terhitung dari Minggu, 29 Oktober 2017 hingga Jumat, 10 November 2017. Donasi yang terkumpul berupa uang tunai, buku bacaan, dan pakaian.

Yayasan As-Shofiani Ahmadi adalah sebuah panti sosial yatim piatu dan dhuafa yang menyelenggarakan pendidikan pondok pesantren.

Yayasan As-Shofiani Ahmadi
Mushala Yayasan
Dalam hal ini Langit Tjerah membantu mencari dan mengumpulkan donasi. Untuk pendistribusian, kami terhubung dengan salah satu aktivis kemanusiaan, Bang Choky. Pada malam sebelum penyaluran donasi ke tempat yang ditujukan, dilakukan proses serah terima yang diwakilkan oleh Sdr. Daniel (dari Langit Tjerah) dan Sdr. Choky yang bertugas menyalurkan.

Berikut dokumentasinya,

[1]. Serah terima donasi (Kiri Daniel, kanan Bang Choky)


[2]. Kegiatan Penyaluran Donasi


[3]. Penyerahan Donasi Uang Tunai

[4]. Anak-anak di Yayasan

Pada kesempatan ini, Langit Tjerah melakukan inisiasi berupa pembuatan kaos yang mana kita jual secara lingkup kecil dan keuntungan dari penjualan kaos ini disalurkan ke yayasan yang bersangkutan. Kami tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari penjualan kaos. Dalam prosesnya, kami bekerja sama dengan @bikinkaosbogor untuk memproduksi kaos sablon. Keuntungan penjualan kaos terkumpul Rp. 175.000 dari total penjualan 33 pcs, dan kami salurkan tanpa mengambil keuntungan untuk pribadi maupun kolektif.


[5]. Kaos Langit Tjerah
Harapannya akan diproduksi kaos secara massal dan keuntungan dari penjualan kaos tersebut 100% akan disalurkan ke pihak-pihak yang membutuhkan, tentunya dengan pelaporan dan perincian yang jelas.
Mengenai laporan kegiatan ini, disusun dalam bentuk Surat Keterangan Rincian Donatur, dan untuk pembuktian pelaporan acara terjelaskan dalam bentuk foto kegiatan.

Berikut Surat Keterangan Rincian Donatur

[6]. Surat Keterangan Rincian Donatur


Terima kasih atas partisipasinya dalam kesempatan ini, kedepan Langit Tjerah akan tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Mengenai penjelasan lebih lanjut, silahkan dapat menghubungi Contact Person kami.

Be human for humanity!
For peace, love, and humanity. Come join us!




Big Thanks To Readers!
Vrandes Setiawan Cantona - Langit Tjerah

Read more ...

Friday, October 13, 2017

Dokumentasi Pengadaan TBM Garuda 72 - Tahap Persiapan Administrasi Hingga Pembangungan

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan "Persiapan Untuk Pengadaan Taman Baca Masyarakat Bersama Pemuda Garuda 72" yang saya tulis pada 23 Agustus 2017 lalu. Pada postingan tersebut membahas tentang persiapan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan pengadaann TBM tersebut. Contohnya seperti Surat Permohonan Izin, Proposal, Permohonan Dana, dan lainnya. Postingan ini lebih menceritakan kegiatan pengadaan TBM Garuda 72, sehingga berbentuk narasi, mohon maaf jika dalam tulisan ini ditemukan bahasa yang santai dan tidak baku, atau mungkin jauh dari bahasa ilmiah.

===============================================================

Sebuah perjuangan bidang literasi untuk kemajuan generasi...

Awal September saya mulai mengerjakan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan administrasi untuk Taman Baca Masyarakat yang akan dibangun di wilayah Gondang Ngisor, RT.07, RW.02, Kelurahan Manggong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sebelumnya, ide mengenai Taman Baca ini muncul secara spontan ketika saya dan beberapa pemuda Garuda 72 diskusi ringan. Dari diskusi itu mucul ide untuk membuat TBM yang nantinya bisa jadi media yang menunjang kemajuan wilayah tersebut. TBM tersebut akan menjadi media berkumpul, membaca, kegiatan belajar-mengajar, kegiatan kreatif, atau hanya sekedar ngopi bareng dan berdiskusi. Dikarenakan kendala jarak antara saya (Langit Tjerah) dan Pemuda Garuda 72, maka koordinasi hanya berlangsung via Whatsapp maupun Facebook dengan seorang wakil Pemuda Garuda 72, Cak Hari (Sdr. Hariyanto) dia adalah Ketua Pemuda Garuda 72.

Untuk persiapan perihal administrasi, saya mengerjakan Surat Permohonan Ijin beserta Proposalnya, Surat Permohonan Dana, merinci kebutuhan sarana dan prasarana, hingga konsep TBM yang akan diadakan. Maklum, bahwa saya (Langit Tjerah) berdomisili di Bekasi, sedangkan Cak Hari (Garuda 72) berada di Temanggung sehingga koordinasi hanya melalui dunia maya. Namun, itu tidak menjadi halangan terbukti bahwa sampai sekarang proses pengadaan TBM masih berjalan lancar dan baik-baik saja.

Mengenai kebutuhan administrasi tersebut, Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan dalam waktu tidak sampai satu bulan. Tepatnya pada tanggal 24 September 2017 semua kebutuhan administrasi yang harus disiapkan tersebut terselesaikan sudah. Tanggal 26 September 2017 saya berangkat ke Temanggung, sampai di tempat tujuan pada hari Rabu, 27 September dini hari. Sorenya setelah saya istirahat sejenak, dilanjutkan dengan diskusi bersama beberapa Pemuda Garuda 72 bertempat di rumah Bu Robiyani untuk membahas segala hal yang berkaitan dengan pengadaan TBM ini. Sekaligus serah terima donasi buku yang saya bawa dari Bekasi, hasil mengumpulkan donasi buku dari teman-teman semua yang telah mempercayakan Langit Tjerah untuk menyalurkan donasi tersebut.
[1]. Serah Terima dengan Pemuda Garuda 72
Malam harinya saya lanjutkan dengan editting proposal dan lainnya sekaligus cetak untuk digunakan sebagai permohonan izin ke Kelurahan Manggong.

[2]. Melanjutkan Proses Editting dan Printing

Kamis, 28 September 2017 saya lanjutkan untuk memenuhi kebutuhan tanda tangan sebagai perijinan mulai dari Ketua RT, Ketua RW, hingga Kepala Kelurahan. Saya bersama Cak Hari mulai dari pagi sudah mulai meminta perijinan tersebut, hingga pada hari tersebut juga semua pihak sudah mengijinkan dan memberikan tanda tangan sebagai buktinya. Sehingga kami sudah bisa memulai pembangunan TBM tersebut, dengan cara gotong royong bersama Pemuda Garuda 72.

[3]. Persetujuan Dalam Proposal


Pada hari Jumat, 29 September 2017 kami sudah mulai melakukan kerja bakti untuk pembangunan TBM tersebut, walau sebenarnya secara resminya (yang tertera dalam Berita Acara Pembentukan)  kerja bakti pembangunan TBM dimulai pada Minggu, 1 Oktober 2017. Pada hari Jumat tersebut kami mulai melakukan pembersihan dan pembongkaran teras dan bangunan rumah milik Cak Hari.

Sebetulnya saya merencanakan anggaran pembangunan untuk diajukan ke Kelurahan, tetapi dikarenakan beberapa kendala anggaran tersebut belum bisa turun seketika, artinya harus menunggu waktu beberapa bulan sehingga anggaran tersebut bisa dicairkan. Oleh karena itu pembangunan TBM tersebut menggunakan anggaran kas Pemuda Garuda 72 sejumlah Rp. 1.000.000, jumlah yang sangat minim untuk pembangunan sebuah TBM. Namun, berkat pergerakan Pemuda Garuda 72 yang sangat baik dan supel, akhirnya memperoleh bantuan dari donatur baik berupa uang tunai maupun bahan bangunan. Sampai hari ini terkumpul donasi sejumlah Rp. 2.500.000 dan bahan bangunan berupa atap Asbes. Donasi berupa uang dan barang tersebut selalu diUpdate untuk dicantukan dalam Laporan Pengadaan Taman Baca Masyarakat, yang nantinya akan saya publikasikan sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi dalam program ini.

[4]. Proses Bongkar Teras dan Bangunan Rumah Cak Hari
 

[5]. Proses Bongkar Teras dan Bangunan Rumah Cak Hari













[6]. Proses Bongkar Teras dan Bangunan Rumah Cak Hari
Proses bongkar tersebut dapat diselesaikan pada hari Minggu, 1 Oktober 2017. Selanjutnya kami mulai melakukan pemilihan dan pengumpulan bahan-bahan untuk kebutuhan prasarana. Kami memilih bambu sebagai bahan utama dalam pembangunan, sebagai tiang, pasak, kerangka atap dan pagar. Mengapa kami memilih bambu sebagai bahan utamanya? mengapa bukan jati ataupun cor?. Jelas jawabnya adalah karena keterbatasan dana, itu pertama. Kedua, bambu adalah bahan yang tahan lama dan kokoh sebagai penyangga selama tidak cacat baik pada ruasnya maupun batangnya. Ketiga, bambu adalah tanaman yang mampu beregenerasi dengan cepat dibandingkan dengan tanaman yang lain yang fungsinya sebagai bahan bangunan juga. Dari awal juga konsep TBM ini selain kreatif, aktif, dan inovatif, juga memiliki konsep peduli lingkungan hidup.

[7]. Proses Pemilihan Bambu

[8]. Proses Pemilihan Bambu

[9]. Proses Pengangkutan Bambu
Setelah bahan bangunan (bambu) sudah terkumpul, maka dilanjutkan proses pemotongan dan pemasangan sebagai tiang dan pasak.

[10]. Pemotongan Bambu

[11]. Proses Pemasangan Bambu
Untuk proses pembngunan ini dilakukan oleh Pemuda Garuda 72, dinahkodai oleh Cak Wari (Sdr. Wariyanto dan Mas Yudi (Sdr. Yudhi Alfa). Saya sendiri tidak bisa berkontribusi dalam kegiatan pembangunan dikarenakan saya harus kembali ke Bekasi, tuntutan ekonomi hehehe :)

Setelah proses pemasangan tiang, pasak hingga kerangka bangunan, maka dilanjutkan dengan pemasangan atap Asbes.


[12]. Atap Asbes sudah terpasang

Dalam prosesnya, berikut foto-foto keceriaan Pemuda Garuda 72 dalam melaksanakan pembangunan TBM tersebut. Membuktikan bahwa tidak ada pamrih maupun paksaan dalam melaksanakan project tersebut.


[13]. Sesi Istirahat, 1 Oktober 2017
[14]. Sesi Istirahat, 1 Oktober 2017

[15]. "Commandante" Pembangunan (Cak Wari & Mas Yudhi)


[16]. Sesi Istirahat, 11 Oktober 2017


[17]. Sesi Istrahat, 11 Oktober 2017

Hingga saat ini, progress pembangunan Taman Baca Masyarakat Garuda 72 tersebut sampai tahap pembuatan tembok dan pagar.


[18]. Pembuatan Pagar dan Tembok
Setelah pembuatan pagar dan tembok, akan dilanjutkan tahap finishing berupa pembersihan dan dekorasi TBM supaya menarik dan siap digunakan untuk memulai kegiatannya. Dalam hal ini, kami masih membutuhkan beberapa hal yang dibutuhkan untuk kesiapan TBM Garuda 72 ini berupa sarana. Berikut rinciannya,

[19].  Kebutuhan TBM Garuda 72
Untuk itu, bagi yang berminat untuk berkontribusi dalam hal donasi baik uang tunai, barang, buku, maupun barang-barang lain yang berkaitan dengan Taman Baca, bisa hubungi Contact person kami di,

0857-1005-6745 - Andy
0856-4020-3682 - Arun
0857-1120-4725 - Vrandes
0813-2800-6 101 - Cak Hari
 
Donasi anda akan sangat bermanfaat bagi kemajuan Literasi.

Untuk postingan ini cukup membahas progress pembangunan TBM, postingan selanjutnya mengenai TBM Garuda 72 akan menjadi penutup project pengadaan Taman Baca Masyarakat Garuda 72. Sehingga akan membahas tentang hasil akhir pembangunan, sisa donasi dan kebutuhan yang belum tercukupi. Mengenai laporan dan rincian perolehan donasi hingga pemakaiannya akan dipublikasikan secara terpisah dalam format laporan formal.

Be human for humanity.
For peace, love and humanity, Come joun us!




Ditulis oleh : Vrandes Setiawan Cantona
Big Thanks to Readers!


Read more ...

Tuesday, October 10, 2017

Laporan Kegiatan Bakti Sosial | 24 September 2017

Panti Asuhan Rumah Harapan

Pelaksanaan : Minggu 24 September 2017

Berikut laporan mengenai kegiatan Bakti sosial ke Panti asuhan Rumah Harapan edisi ke dua. Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi kegiatan yang telah kami laksanakan, sekaligus sebagai pertanggungjawaban kepada masyarakat yang telah berpartisipasi.

Cover

Kata Pengantar

Lembar Pengesahan

Lembar Hasil Kegiatan

Lembar Rincian dan Realisasi Donasi

Penutup
Demikian laporan kegiatan Bakti Sosial Panti Asuhan Rumah Harapan yang dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal 24 September 2017.
Untuk penjelasan mengenai laporan tersebut bisa hubungi Contact Person kami di,

085711204725 (Vrandes)
085710056745 (Andy)
085640203682 (Arun)

Terima kasih.

Langit Tjerah
Read more ...

Wednesday, August 23, 2017

Persiapan Untuk Pengadaan Taman Baca Masyarakat Bersama Pemuda Garuda 72

Sebuah perjuangan bidang literasi untuk kemajuan generasi...

Lingkungan Gondang Ngisor
Gondang Ngisor RT. 07, RW. 02, Kelurahan Manggong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
------

Literasi berasal dari bahasa Inggris Literacy yang berarti melek huruf, dapat dimaksudkan sebagai kemampuan individu untuk membaca, menulis dan daya tangkapnya. Dalam hal ini, media yang sangat ampuh dalam membantu proses ini adalah buku. Ada yang menyatakan bahwa buku adalah jendela dunia, bisa dibenarkan. Dengan kita membaca buku, sedikit banyak kita akan mengetahui perkembangan dunia. Hal ini yang menjadi dasar kita untuk memperjuangkan ini, kita melihat segudang problematika dalam masyarakat yang membuatnya semakin jauh dari kemajuan.

Kita melihat ada upaya yang sangat masif yang membuat masyarakat semakin jauh dari kemajuan. Ada kaitannya dengan penjajahan terhadap akal sehat masyarakat agar mereka sangat mudah diatur dan dibodohi oleh sistem penindasan. Mulai dari tayangan-tayangan di televisi yang sangat minim pengetahuan dan pembelajaran yang disuguhkan pada jam-jam strategis dari pagi hingga malam untuk menarik orang-orang supaya meninggalkan buku dalam kesehariannya dan beralih ke tontonan yang sangat minim manfaat. Masyarakat digiring untuk selalu memandangi televisi, yang dampaknya adalah menurunnya intensitas masyarakat tersebut untuk berinteraksi dengan buku. Dengan keadaan yang seperti ini, jelas bangsa ini akan semakin bodoh dan akan semakin mudah untuk dijajah secara pemikiran. Apalagi, pemerintah terlalu 'loyo' untuk mengendalikan tayangan-tayangan di televisi. Tayangan percintaan, kekerasan, konflik remaja dan lainnya dapat dikonsumsi secara bebas oleh anak dibawah umur yang jelas tak memberi manfaat sedikitpun untuk mereka.

Upaya pembodohan yang lain adalah sistem pendidikan yang sangat tidak layak. Berulangkali penulis menyampaikan tentang sistem pendidikan di Indonesia yang amburadul seperti pendidikan yang mengeksploitasi, 'gaya bank', dan lainnya yang membuat generasi kita berpikiran kerdil untuk terus mengejar prestasi ijazah, nilai, dan prospek untuk karir dan pendapatannya kelak. Padahal, makna pendidikan adalah pembebasan, Pendidikan yang menurut John Dewey adalah sebagai upaya pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual maupun emosional malah diartikan sebagai jalan menuju prospek karir. Harus diakui, sistem pendidikan yang seperti ini jika terus menerus tidak ada perubahan akan menciptakan peradaban yang dangkal.

Lebih parah lagi upaya pembodohan yang selanjutnya adalah peran orang tua. Sebetulnya, ini ada korelasinya dengan pendidikan Indonesia yang berkutat pada konsep penindas-tertindas. Orang tua yang mengalami penindasan ekonomi, akan selalu berorientasi bagaimana agar anaknya dapat sekolah, dapat ijasah, dan ujungnya hidup enak. Imbasnya adalah, anak akan terus dijejali nasehat-nasehat yang justru memenjarakannya, anak-anak akan dijauhkan dari pengembangan potensi diri, daya hidup bersosial, hingga kreativitasnya. Anak-naknya hanya akan diarahkan agar bagaimana caranya dapat nilai yang baik, dapat kuliah, dan kerja. Anak-anak hanya dicetak bukan dikembangkan, menyedihkan, kepolosan mereka harus digantikan dengan ketertindasan atas nama berhala prospek dan karir masa depan.

Oleh karena kondisi tersebut, kami tergerak untuk mengambil peran dalam melepaskan anak bangsa dari penindasan dan pembodohan akal sehat. Kita harus mulai mendekatkan mereka pada buku-buku yang mampu mengembangkan potensi mereka, menambah wawasan mereka, sehingga muncul generasi bangsa yang tidak buta dalam membaca dunia. Dalam perjuangannya, kita akan ikut memperjuangkan pengadaan beberapa Taman Baca Masyarakat yang tersebar di penjuru negeri. Salah satunya adalah Pengadaan Taman Baca Masyarakat di lingkungan Gondang Ngisor, RT. 07, RW. 02, Kelurahan Manggong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Buku adalah Jendela dunia
Project ini dilaksanakan oleh Aktivis-aktivis Langit Tjerah bersama Aktivis-aktivis Pemuda Garuda 72. Mengapa Langit Tjerah harus ikut dalam project ini, mengapa tak Pemuda Garuda 72 saja? Jawabnya ialah, sebab salah satu anggota Langit Tjerah ada yang tumbuh dan dibesarkan di lingkungan itu dan sekarang sudah berdomisili ke Bekasi. Hal itu lantas tidak membuat lupa dengan kemajuan kampung halaman, melainkan malah ikut membangun kampung halaman dengan memperjuangkannya dari lain tempat yang justru lebih dekat dengan Ibukota yang notabene 'berserakan' aktivis-aktivis seantero Indonesia. Hal tersebut justru memudahkan untuk ikut membangun kampung halaman. Dengan adanya kolaborasi tersebut akan memudahkan dalam mencari donasi, membangun jaringan, dan lainnya. Kedepannya, Langit Tjerah akan terus membantu untuk ikut memajukan lingkungan Gondang Ngisor, dan lingkungan-lingkungan lainnya.

Gapura Gang Menuju Gondang Ngisor
Lingkungan Gondang Ngisor RT 07, RW. 02, Kelurahan Manggong terletak di Kabupaten Temanggung. Sebuah Kabupaten yang terkenal dengan hasil komoditi pertanian dan perkebunan berupa tembakau yang sangat baik. Dipimpin oleh Bpk. Suwarto selaku ketua RT, warga RT. 07 secara bersama-sama menuju kemajuan untuk warganya sendiri dan warga di lingkungan sekitarnya. Mata pencaharian warga lingkungan Gondang Ngisor bervariasi, ada petani, pedagang, pegawai, dan lainnya, dengan tingkat kesejahteraan yang beragam. Namun kepedulian antar-warganya sangat baik, sehingga semua bergotong-royong, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Lingkungan Gondang Ngisor terletak sebelah selatan Pasar Adiwinangoen di Kecamatan Ngadirejo, pusat kegiatan transaksi jual beli kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan sosial di lingkungan ini sangat baik, sangat minim terjadi gesekan antar-warganya masih memegang teguh budaya ketimuran, dan sangat berbeda dengan kehidupan sosial di Ibukota yang sangat rawan terjadi gesekan. Bukan bermaksud untuk membandingkan, namun bertujuan untuk menjadikannya contoh bagi keberlangsungan kehidupan sosial di Ibukota. Andaikan di Ibukota yang merupakan wajah Indonesia masih memegang nilai kehidupan adat ketimuran, kebersamaan dan welas asih, maka gesekan-gesekan yang mencoreng wajah Indonesia tersebut dapat diselesaiakan secara baik-baik dan tak menimbulkan luka bagi kehidupan sosial.
Kegiatan Kerja Bakti Warga
Persiapan Malam Tirakatan Hari Kemerdekaan
Malam Tirakatan Hari Kemerdekaan
Mengenalkan, Pemuda Garuda 72 adalah kelompok pemuda di lingkungan Gondang Ngisor yang aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosial baik di lingkungan sendiri maupun di lingkungan lain. Kelompok ini berisikan pemuda-pemudi yang berusia 17-35 tahun, walaupun ada beberapa 'pemuda senior' alias sudah berumur, itu untuk menjadi penyeimbang dan pengayom muda-mudi yang masih belia. Kelompok pemuda ini dipimpin oleh Sdr. Hariyanto (Cak Hari) yang merupakan aktivis juga, yang menjadi koordinator muda-mudi lain agar selalu aktif membangun lingkungan sekitarnya, terkhusus lingkungannya sendiri. Kegiatan kelompok pemuda ini meliputi bersih desa, kerja bakti, senam kesehatan jasmani, kegiatan keagamaan, kegiatan hari raya keagamaan, kegiatan hari kebangsaan, dan masih banyak lagi. Susunan Organisasi Pemuda Garuda 72 adalah sebagai berikut,

- Pelindung     : Suwarto
- Penasehat    : Tarban
- Ketua          : Hariyanto
- Sekretaris    : Adi Mukti W.
- Bendahara   : Lisa Kustiana
- Humas         : Prasetyo

Kegiatan Garuda 72 (Persiapan Tirakatan Hari Merdeka)
Kegiatan Garuda 72  (Persiapan Tirakatan Hari Merdeka)

Mengenai Taman Baca Masyarakat yang akan diperjuangkan, berikut informasinya,

- Nama TBM         : TBM Garuda 72

- Lokasi TBM        : Teras Rumah Sdr. Hariyanto (Cak Hari), Gondang Ngisor RT. 07, RW. 02, Kelurahan Manggong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah

- Luas Bangunan     : 3x2 Meter

- Kebutuhan            :
Rincian Kebutuhan TBM

- Kebutuhan Buku    :
1.                 Buku referensi sekolah
2.                 Buku dongeng/bergambar
3.                 Buku pengetahuan umum
4.                 Buku Keagamaan
5.                 Buku Novel
6.                 Artikel dan majalah
7.                 Buku mewarnai
8.                 Dan bahan bacaan lainnya.

Rencananya, kegiatan dalam TBM tersebut tidak hanya membaca buku saja, melainkan ada kegiatan-kegiatan lain untuk mengembangkan kreativitas seperti membuat kerajunan dari barang bekas, belajar menggambar dan mewarnai, belajar membuat kolase, belajar untuk anak-anak, dan masih banyak lagi. Bukan hanya itu, lokasi TBM juga bisa dijadikan tempat berkumpul bagi masyarakat mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua untuk berinteraksi dan mempererat persaudaraan.

Mengenai perijinan, dari Kelurahan setempat sudah diberikan berupa SK untuk operasional. Sehingga TBM Garuda 72 ini sudah legal dan terdaftar di lembaga administrasi setempat.

Untuk itu, bagi yang berminat untuk berdonasi dalam pembangunan TBM ini, silahkan bisa hubungi Contact Person kami,

0857-1005-6745 - Andy
0856-4020-3682 - Arun
0857-1120-4725 - Vrandes
081-328-006-101 - Cak Hari

Donasi bisa berupa buku bekas, buku baru, majalah, artikel, alat tulis dan lainnya.

Be Human for Humanity!
For Peace, Love, and Humanity. Come join us!




Written by : Vrandes S. Cantona - Langit Tjerah
Big thanks to readers!





Read more ...

Monday, August 7, 2017

Dokumentasi Perpustakaan Jalanan

Gerakan Literasi, secercah harapan untuk kemajuan...


Perubahan bukanlah sebuah tujuan atau bahkan angan-angan, perubahan adalah proses. Perubahan adalah jalan, bukan sebuah 'keniscayaan'. Kita menuntut perubahan dalam kehidupan, namun kita tak pernah berusaha apa-apa. Banyak kata-kata motivasi yang diobral hanya untuk sebuah perubahan. Kata-kata suci dijual untuk membawa perubahan. Tetapi realitanya tak juga menemukan sebuah perubahan, ya memang perubahan bukan sebuah tujuan. Sehingga orang takkan pernah menemukannya, melainkan menjalankannya. Aku sebut perubahan sebagai 'Revolusi'. Bukan supaya lebih kelihatan 'aktivis' maupun seorang 'pemberontak', melainkan makna Revolusi itu lebih dalem dan lebih ngena daripada perubahan itu sendiri. Revolusi bukan mengubah sebuah permukaan, namun hingga akar-akarnya. Mengenai revolusi sendiri, mari kita bicarakan revolusi dalam 'skala kecil'. Sebab, sebelum membawa revolusi yang besar, haruslah dimulai dari sesuatu yang kecil namun memberikan arti. Seperti penjelasan Jim Morrison bahwa "Tidak ada revolusi berskala besar sebelum munculnya revolusi personal di tingkat individual.". Hal inilah yang membuat Langit Tjerah merasa berhutang tanggung jawab jika tidak ikut dalam membawa revolusi. Salah satunya dalm project kali ini, dalam bidang Literasi. Sebelum jauh, kita bahas dulu apa itu Literasi. Literasi berasal dari bahasa Inggris, Literacy yang berarti keberaksaraan atau melek huruf. Atau secara sederhananya berarti kemampuan seseorang untuk membaca, menulis dan daya tangkapnya. Mengapa literasi berpengaruh terhadap perubahan?. Jelas sangat berpengaruh, sebab dalam perubahan skala individual, seorang manusia harus mampu membaca sesuatu diluar dirinya untuk pula membaca dirinya sendiri atau identitasnya. Identitas akan mempengaruhi subjektivitas, yang mana subjektivitas akan mempengaruhi pula terhadap proses perubahan. Kemampuan baca tulis akan mempengaruhi subjektivitas seorang individu dalam sebuah perubahan. Sehingga mungkin ditemukan statemen "Tak bisa membaca tulis berarti tidak ada kemajuan.". Hal itu bisa sedikit dibenarkan, tapi juga tidak bisa dianggap sebagai sebuah ketetapan.

Atas keterkaitan kemampuan baca tulis tersebut terhadap perubahan (baca : revolusi), Langit Tjerah melakukan pengamatan di lingkungan sosial. Bahwa pada kenyataanya lingkungan sosial kita masih sangat rendah dalam literasi. Oleh karena itu, sebuah kekhawatiran terjadi, "Bangsa ini tak akan bisa terbebas dari penindasan akal sehat, jika masih jauh dengan ilmu dan pengetahuan.". Atas realita itu, kami mengadakan social project berupa Perpustakaan Jalanan dan Donasi Buku (sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya). Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari minggu, mulai pagi hingga siang atau bahkan sampai sore. Karena kami juga memiliki kesibukan lain, ada yang kuliah, kerja, atau usaha. Maka kami menyempatkan waktu pada hari minggu untuk melaksanakan tanggung jawab sosial yang mana tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kami.

Berikut dokumentasi kegiatannya,

Lapak Buku
Baca buku gratis


Interaksi Dengan Pembaca
Selain itu, kami juga menyalurkan Donasi Buku yang telah kami kumpulkan dari sumbangan donatur sejumlah 25 buku kepada Perpustakaan Jalanan Bekasi yang dipelopori oleh mas Bayu, dan kegiatannya dilaksanakan setiap dua minggu sekali di taman-taman Bekasi dan sekitarnya. Kedepannya kami akan tetap menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Jalanan Bekasi.

Penyaluan Donasi Buku

Diskusi Dengan Pengurus Perpus Jalanan Bekasi
Perpus Jalanan Bekasi
Kegiatan ini akan dilaksanakan tiap minggu berupa lapak baca buku gratis dan menyalurkan donasi buku ke pihak yang berhak menerima.

Untuk kedepannya kami masih membuka kesempatan bagi siapa saja yang berkenan mendonasikan berupa buku, perlengkapan, maupun uang tunai untuk kami salurkan kepada pihak-pihak yang berhak menerima.
Bagi yang berminat mendonasikan bantuan terbaiknya, silahkan hubungi contact person kami di,

0857-1005-6745 - Andy
0856-4020-3682 - Arun
0857-1120-4725 - Vrandes

Untuk mendiskusikan mekanisme donasinya.

Mari ikut berpartisipasi dalam perjuangan literasi, jadilah bagian dari kemanusiaan!
Be human for Humanity!

"Satu ons aksi lebih berharga daripada satu ton teori."
-Friedrich Engels-




Big Thanks!
Read more ...
Designed By Langit Tjerah